Sunday, May 20, 2012 | Register | Log in

Teknologi yang Ramah dan “Hijau”

Friday, March 4, 2011, 1:53
This news item was posted in Seputar IT category and has 0 Comments so far.

ilustrasi/tekno.kompas.com

Produk teknologi kini makin beragam, produk yang ramah lingkungan bisa dijadikan pilihan bijak selain perihal teknis semata. Seperti mouse buatan Fujitsu yang berlabel M440 Eco. Mouse ini adalah mouse pertama yang selubungnya bisa didaur ulang 100 persen. Berbahan pastik biodegradable (terurai secara biologis) Arbofom dan Biograde yang merupakan bahan baku dari sumber yang terbarukan sehingga mudah teruai.

Arbofom tebuat dari lignin produk sampingan dari industri kertas dan biograde berasal dari serat kayu. Fujitsu juga memastikan kabel mouse bebas dari Polivinil klorida (PVC). Tentu kekurangannya pada komponen utama dari mouse seperti sirkuit, Printed Circuit Board (PCB) dan sensor optik yang masih mengandung unsur logam.

Lain mouse, Netbook Acer TravelMate Timeline X TM8172 dinyatakan paling baik berdasarkan hasil dari Greenpeace Electronics Survey 2010. Karena paling sedikit menggunakan material PVC, Brominated Flame Retardant (BFR), Antimony, Phtalate, serta Beryllium yang merupakan material berbahaya . Dalam perihal konsumsi energi dan lifecycle, produk ini termasuk unggul.

Dunia desktop pun tak ketinggalan, masih berdasarkan hasil Greenpeace Electronics Survey  dua produk yang ramah itu adalah HP Compaq 6005 Pro Ultra Slim dan Fujitsu Esprimo E9900. Teknologi desktop HP memiliki keunggulan dari bahan material yang bebas dari PVC dan BFR, namun belum  terbebas dari Beryllium, Antimony, dan Phtalate. Desktop Fujitsu memiliki keunggulan dalam penggunaan daya terutama energi Off Mode, Sleep Mode, dan Idle Mode, walau materialnya masih kurang. Keduanya berkategori Energi Star B yang berarti baik.

Untuk Notebook sendiri Asus UL30A paling tinggi skornya namun masih berbahan PVC dan BFR. Meski begitu produk ini dikatakan berbahan material paling aman dan paling hemat energi  dibanding dengan kelas sejenisnya seperti Toshiba Portege R700 dan Dell Latitude Z. Keunggulannya terdapat pada konsumsi energi, yang menurut greenpeace berkategori A.

Greenpeace mengatakan, Asus adalah salah satu vendor  yang telah menerapkan analisis siklus produk untuk mengetahui energi yang dihabiskan untuk membuat notebook. Jadi, energi dari mendapatkan materi hingga mengirimkan barang diketahui.  MacBook Pro MC 374 buatan Apple bisa jadi pesaing Asus menurut analisis grenpeace, namun Apple tidak menyertakan produknya dalam survey ini.

Sekedar informasi, untuk memilih produk ramah lingkungan, hasil dari survei organisasi lingkungan Greenpeace bisa dijadikan pertimbangan.  Greenpeace secara rutin melakukan survey terhadap teknologi /produk  untuk menilai seberapa hijau produk-produk yang dipasarkan. Faktor material, lifecycle produk, konsumsi energi, dan faktor inovasi produk inilah yang menjadi pertimbangan untuk memilih produk yang lebih “hijau”. Zn

Sumber dan gambar : tekno.kompas.com

Share

Tulisan Terkait

About zani

Saya adalah

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.