Sunday, May 20, 2012 | Register | Log in

Putri Bunga Semu

Tagged with: ,
Monday, August 23, 2010, 14:07
This news item was posted in Pojok Sastra category and has 1 Comment so far.

Ini kisah tentang seorang Putri Raja yang cantik dan penuh keanggunan. Dia tinggal di Istana yang dipenuhi dengan segala kebutuhan pangan dan kecantikan. Padi, gandum, susu, emas, mutiara dan berlian merlupakan barang yang selalu ada dalam gudang penyimpanan istana. Putri Regina biasa masyarakat menyapa.

Putri Regina tinggal dalam lingkungan yang penuh kasih sayang. Ayah sibuk dengan berbagai macam masalah kerajaan, selalu meluangkan waktunya untuk menemani putri ketika sedang mengerjakan tugas dari pada guru-guru kerajaan. Ibunda melakukan kerja sosial untuk menjalin hubungan antara kerajaan dan masyarakat, namun ia tidak pernah sedetik-pun melepaskan pengawasan terhadap putri. Sebab itulah terkadang Regina merasakan curahan hati ini harus dibagi.

Waktu terus berlalu Regina semakin bertambah dewasa dan penuh dengan wawasan yang mengagumkan. Teman-teman yang dulu menemaninya bermain kini telah pergi untuk memimpin beberapa daerah di perbatasan kerajaan. Kesepian ini menyebabkan Regina terkadang sering berkhayal dan bermimpi untuk adanya teman pendamping hidup yang setia. Namun, saat ini masih menjadi mimpi Regina.

Ketika malam datang dimusim Panas tiba-tiba ada rombongan dari Kerajaan lain yang ingin berdagang di Istana. Saudagar itu keesokan harinya meminta ijin kepada raja untuk melakukan perdagangan di pasar kerajaan. Kebetulan Regina saat itu sedang berada di samping Permaisuri sehingga sempat melihat saudagar itu. Namun, matanya tidak tertuju kepada saudagar melainkan kepada anaknya. Gagah dengan paras wajah ramah membuat Regina tak dapat berpaling walauhanya sedetik. Rendy biasa para pedagang lain memanggil putra dari saudagara yang datang dari Kerajaan Sriputra, kota yang terkenal dengan perdagangan dan pusat industri.

Regina sering memimpikan Rendy yang baru beberapa kali dijumpai. Akhirnya pada suatu sore Regina memutuskan untuk memberanikan diri berkenalan dengannya. Sang kala seakan bermain-main dengan mereka berdua sehingga hati yang selalu tersirami bujuk rayu semakin membesar dan tak terbendung. Regina dan Rendy memutuskan untuk melakukan sebuah pertunangan, tentunya dengan persetujuan raja dansaudagar.

Perjalanan hubungan ini sangat romantis, namun berujung dramatis. Pujaan hati yang dulu ramah kini berubah. Suatu ketika Regina melakukan kekeliruan kecil dengan menjatuhkan salah satu barang dagangan, harganya cukup mahal. Entah sadar atau tidak Rendy menampar pipi Regina sehingga berwarna merah menyala, dan ia pun lari ke Istana. Akibat kejadian tersebut akhirnya Raja memutuskan hubungan dengan saudagar dan memerintahkan untuk keluar dari kerajaan.

Regina hancur dan kecewa akan perasaan yang baru pertama ia rasakan. Awal yang bertabur dengan bunga indah kini sekan menjadi petaka yang mampu merata kerajaan. Seminggu ia tidak mau keluar dari kamar dan sulit sekali untuk makan. Raja dan Permaisuri yang gelisah dengan situasi ini meminta saran dari para penasehat kerajaan. Ada beberapa usul yang cukup menarik. Putri Regina harus dijumpakan dengan suasana baru, agar tidak teringat lagi dengan kisah cintanya dengan anak saudagar. Keesokan harinya akhirnya Regina pergi menuju Bantul, dimana kerajinan dan kesenian menjadi mata pencaharian warganya, berada di utara kerajaan, dan masih dalam satu kekuasaan.

Kereta kuda berwarna kuning meninggalkan kerajaan pagi-pagi sekali. Dua ekor kuda hitam dan gagah menariknya dengan penuh semangat, karena Regina berada dalam kereta. Empat orang pengawal pilihan diperintahkan untuk menjaga Regina selama berada di Bantul. Tanpa terasa perjalanan itu menempuh waktu selama empat jam. Wajah muram dan penuh air mata itu kini berseri kembali setelah melihat dari jendela kereta bahwa Bantul benar-benar indah. Tidak seperti di Istana, penuh pengawal dan juga pegawai kerajaan. Disini manik-manik dan kain sutra menghiasi sepanjang jalan, dan Regina suka itu.

Bermalam di Istana Peristirahatan Kerajaan Regina dimanjakan dengan pelayanan para pegawai yang ramah. Regina kini dapat tersenyum dengan tenang dalam tidurnya. Keesokan hari Regina memutuskan pergi mengunjungi kebeberapa perusahaan pembuat kain dan manik-manik. Kain yang halus ternyata memerlukan proses yang cukup lama agar dapat digunakan, dan baru kali ini Regina menyadarinya. Manik-manik yang indah dan berwarna-warni ternyata memerlukan panas yang tinggi agar dapat terlihat indah dan layak berada menempel sebagai perhiasan. Namun, kembali lagi mata Ragina tertuju pada seorang pria yang sibuk dengan peniup manik-manik yang panas.

Udin adalah pria kelahiran Bantul. Pekerjaan sehari-harinya adalah pembuat manik-manik dan menjadi pengawal di Istana ketika dibutuhkan. Pada pertama kali jumpa, Udin tidak mengetahui bahwa Regina adalah Putri kerajaan. Regina yang nyaman dengan keadaan itu ternyata menyimpan hati juga kepada Udin. Bijaksana dan sabar menjadi kesenangan Regina saat bersamanya. Hubungan itu dijalani dengan tanpa hambatan. Hingga suatu ketika ternyata Regina harus pulang untuk mendatangi acara kerajaan. Ketika itu hubungan ini masih sangat menyenangkan. Namun, saat Udin mengetahui bahwa Regina adalah putri, maka berakhir pula hubungan tersebut. Kali ini Regina tidak terlalu terluka seperti sebelumnya sebab Udin mampu menyampaikan hal ni dengan sangat halus dan sabar.

Regina kini sudah tidak takut lagi untuk bermain dengan hatinya. Permaisuri yang melihat putrinya dewasa hanya dapat tersenyum dan tertawa ketika ada masalah yang menghampirnya. Raja walaupun tidak mengerti akan hal semacam itu, namun dapat menikmati perasaan putrinya dari cerita dari permaisuri. Regina yang semakin dewasa kini memiliki kecantikan yang bertambah dan kini banyak para putra raja yang mencoba untuk melamar sang putri.

Putra mahkota Kerajaan Kalong yang bijaksana, ramah, sabar dan berwibawa akhirnya memutuskan untuk berjudi dan pergi kekerajaan. Aris para masyarakat memanggil putar mahkota. Hubungan keduanya kali ini sangat mesra dan memberikan keuntungan pada masyarakat. Dua kerajaan yang dulunya saling berperang karena memperebutkan padang rumput, digunakan sebagai pakan ternak kerajaan.

Hubungan Regina dengan Aris terbilang cukup lama, dari pada dua hubungan sebelumnya. Namun, apa mau dikata manusia memiliki kehendak tapi Tuhan yang memutuskan. Kala itu Kerajaan Kalong diserang oleh Kerajaan Gagak yang akhirnya membuat masyarakat ketakutan dan mati terbunuh. Raja Kerajaan Kalong akhirnya meminta perdamaian denga Kerajaan Gagak. Ternyata Kerajaan Gagak memiliki seorang putri yang sebelum peperangan terjadi sudah menyukai Pangeran Aris, sehingga meminta ayahnya untuk mendapatkannya. Perdamaian itu akhirnya tercapai dengan syarat. Pangeran Aris harus mau menikahi Putri Kerajaan Gagak. Alasan inilah yang menyebabkan hubungan antara Regina dan Aris harus berakhir.

Walaupun hubungan hati terputus, namun permasalahan komunikasi masih sering dilakukan. Saran dan kritik masuk dari kedua belah pihak untuk memperbaiki. Kali ini Regina tidak merasakan kesedihan tapi kekecewaan akan situasi yang memburuklah sehingga sering kali mengeluh kepada Tuhan dan mempertanyakan keputusannya. Kini Regina sering melamun di Kebun Kerajaan. Permaisuri yang sedih melihat itu akhirnya menceritakan kegelisahannya kepada Raja. Kembali lagi sang Raja meminta masukan kepada para penasehat kerajaan. Namun, kali ini tidak ada saran yang menarik perhatian Raja.

Kegelisahan Permaisuri semakin menjadi karena sudah satu bulan Putrinya melamun dan berharap. Dengan berlinang air mata ia meminta kepada Raja agar menyelesaikan permasalahan Putri mereka. Raja yang semakin gusar akhirnya meminta pengawalnya untuk mengirimkan surat sayembara untuk menghibur putrinya. Tidak berselang lama banyak pelawak dan pangeran yang datang untuk menghibur sang Putri. Namun semua gagal dan sia-sia.

Musim semi akhirnya tiba. Udara hangat menyelimuti seluruh kerajaan. Tanpa diduga Pangeran Jamil yang masih merupakan anak dari teman Raja dapat memikat hati Regina. Lamunan dan khayalan Regina kini telah menjadi kenyataan. Tapi kali ini hubungan Regina dengan Jamil dilakukan dengan menggunakan surat. Kata indah dan mendayu sering kali membuat Regina tertidur dengan membawa surat-suratnya dalam dekapan. Pangeran Jamil berasal dari Kerajaan Asin, wilayahnya tandus dan tidak memiliki peternakan.

Karena Jamil sibuk dengan urusan kerajaan terkadang Regina mewajarkan hal itu. Suatu ketika Regina mendapatkan surat yang memberitahukan keluh kesah kekasihnya. Kebetulan Kerajaan yang dipimpin oleh ayah Regina sangat kaya dan makmur membuat ia dapat membantu kekasihnya. Pengawal yang diutus untuk mengantarkan kebutuhan Kerajaan Asin memberitakan bahwa Putri Regina mendapatkan surat. Berlari menuju kamar dengan suka cita ia membaca surat dari Jamil. Tawa dan khayalan Regina semakin menjadi dan berbunga-bunga.

Pengiriman barang terhadap Kerajaan Asin sempat terjadi untuk beberapa kali. Demi tawa dan senyum pada Putrinya Raja pun tidak memiliki masalah atas itu. Namun, permaisuri gusar atas itu. Dengan mengutus pengawal kepercayaannya Permaisuri memerintahkan untuk mengintai kegiatan yang dilakukan Pangeran Jamil. Kekhawatiran Permaisuri adalah Pangeran Jamil hanya memanfaatkan Regina untuk memenuhi kebutuhan kerajaan.

Kegelisahan orang tua terkadang memang manjadi petanda bagi anak-anaknya. Betul saja apa yang dikhawatirkan oleh Permaisuri. Pangeran Jamil ternyata memiliki beberapa hubungan dengan putri kerajaan lain. Permaisuri akhirnya ingin mencari cara agar Putrinya tercinta tidak tertipu oleh manusia iblis seperti itu. Dengan picik Permaisuri mengajak Regina untuk mendatangi Kerajaan Asin. Penyamaran menjadi masyarakat biasa merupakan pilihan tepat. Benar saja Regina akhirnya menangis hebat ketika melihat Pengeran Jamil menaiki kuda berdua dengan seorang gadis lain.

Sesampainya di Istana Regina memutuskan untuk menanyakan kembali atas apa yang ia lihat kemarin. Namun, jawaban surat tersebut tidak dapt menjelaskan bahwa itu hanya teman atau saudara. Regina yang kali ini putus asa akhirnya memutuskan hubungannya dengan Pangeran Jamil dengan penuh rasa kecewa.

Bosan dengan nasib seperti ini akhirnya Regina memutuskan untuk bersembunyi di hutan tanpa sepengetahuan orang-orang yang berada di Istana. Permaisuri yang menangis hebat meminta kepada Raja untuk mencarinya. Kembali Raja mengeluarkan sayembara. Namun, Tuhan memiliki kehendak. Putri Regina ternyata ditemukan setelah dua tahun pencarian. Regina ditemukan sedang beristirahat di goa. Dan terbaring di atas batu yang penuh dengan bunga. Akhirnya masyarakat memberikan gelar kepada Putri mereka.Putri Bunga Semu. Bagaimanapun Putri Regina merupakan bungan yang berada di Istana dan Indah. Namun, nasib selalu membuatnya pudar dan gugur. Keindahan itu ternyata seakan hanya menjadi khayalan baginya, namun tetap ia adalah “bunga” bagi seluruh masyarakat kerajaan dan orang sekitarnya.

Oleh : Ahmad Fikri Faqih Haq

Ilustrasi gambar dari Google.

Share

Tulisan Terkait

About FF Haq

Pembelajaran paling awal adalah dengan bercemin dan memperhatikan sekitar.

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Putri Bunga Semu”

  1. Tingky Wingky said on Saturday, October 9, 2010, 18:37

    Hmmm…..
    lumayan. :)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.