Sunday, May 20, 2012 | Register | Log in

Manusia Muda (bagian 3)

Thursday, December 8, 2011, 10:55
This news item was posted in Pojok Sastra category and has 2 Comments so far.

image : kalongbanget.blogspot.com

oleh : Nurhapsoro Triyowibowo

Dengan langkah mantab kaki ku melangkah mantap menatapnya , ya… lebih tepat bias disebut lebih besar keinginan hati untuk mengungkapkan rasa penasaran selama 4 tahun belakangan ini. Rasa penasaran yang seakan mengganggu perasaanku sebagai manusia muda yang “gatal” melihat ketidak beresan pada pergerakan-pergerakan saat ini.

Tidak bias dipungkiri banyak sekali pergerakan saat ini yang dibacking oleh oknum-oknum yang dimana merusak makna dari pergerakan sendiri. Pergerakan yang seharusnya membela ketidakadilan yang terjadi tetapi pada saat  ini justru membela pihak-pihak tertentu.

Tak terasa langkah kaki pun tepat berada disamping orang itu yang seketika membuat lamunan ku pun buyar.

“hai…” sapaku

“oh. Hai… “ balasnya sedikit kekaget.

Akhirnya bisa ku lihat juga wajahnya dari dekat, ya pemuda yang kira-kira berumur sekitar 28 tahun ini.

“Abang memanggilku?Ada apa ya?”

“Oh iya,gini to the point aj ya, saya lihat adik pemimpin massa tadi ya?”

“Iya bang, kenapa ya?”

“Saya mau ngajak kerja sama?”

“Kerjasama? Maksudnya?”

“Begini, 6 bulan lagi kan ada pilkada ya saya mau adik mengumpulkan masa buang menggalang dukungan gitu buat salah satu parpol. Apalagi sekarang parpol yang saya ajukan itu mayoritas kadernya merupakan anak-anak muda”

“Maaf bang, saya tidak bisa”

“Kok gak bisa dik? yah paling gak nanti ada uang saku dan ada sedikit tambahan buat adik lumayan lho, bisa buat biaya kehidupan di kota ini lebih dari cukup buat 2 bulan.”

Seketika fikiranku menjadi gamblang, ya tidak bisa aku pungkiri bahwasanya tawaran itu sedikit menggiurkan, bisa membantu si mbok di desa dan tidak perlu lagi mengirimkan uang saku selama 2 bulan akan tetapi idealisku sebagai mahasiswa muda yang benci dengan yang namanya money politik dinegeri ini ya.. saya harus memberi sikap antara idealisme atau kebutuhan perut. Pilihan yang menurut saya sangat sulit melihat perekonomian pribadi saat ini.

“Maaf bang, saya tidak bisa mungkin ada orang lain yang lebih berkompeten” jawab ku.

“Kenapa begitu?” Tanyanya balik.

“Jujur bang, saya begini atau kami lebih tepatnya, berdemo ditepi jalan berpanas-panas seperti ini tidak pernah berniat untuk mengharapkan uang terkadang malah uang saku kami yang kami sisihkan buat mendukung demo ini. Tujuan kami disini hanya satu bang, menyuarakan suara kami dan suara masyarakat supaya di dengar pihak-pihak atas, yah walaupun kalo dinalar terkadang percuma tetapi kami tidak pernah putus asa karena kami menganggap ini jihat kami sebagai mahasiswa.” Jawabku panjang lebar.

“Saya suka semangat dan idealismu sebagai mahasiswa,jarang ada sekelompok mahasiswa yang masih punya idealism sebaik ini,” balasnya sambil tersenyum

Saya pun membalas senyumnya

“Oke.. begitu saja saja dik, lanjutkan terus semangatmu itu jangan sampai luntur,semangat yang dulu tidak pernah saya pegang teguh. Terimakasih ya..” ujarnya sambil mengulurkan tangannya

“Sama-sama bang” jawab saya sambil membalas uluran tangannya

Pertemuan sekilas yang sangat berkesan. Semangat yang ada ini pun semakin bergelora. Semangat kami sebagai manusia muda guna membela atau menyuarakan ketidakberesan Negara ini tidak akan luntur hanya gara-gara materi yang tidak seberapa dibandingkan tujuan utama kami membela kepentingan masyarakat ini.

Tamat

Share

Tulisan Terkait

About nurhapsoro

orang ganteng

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Manusia Muda (bagian 3)”

  1. feryeka said on Thursday, December 8, 2011, 13:30

    lah bagian satu dan dua nya manan kaka.. 

  2. nurhapsoro said on Thursday, December 8, 2011, 18:21

    oke… segera di upload. :D

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.