The world is flat when we using internet. Mungkin itu sepenggal kalimat yang pernah saya baca (entah dimana saya lupa). Kalau bisa saya utarakan maksud dari pernyataan tadi kurang lebih seperti ini: “ketika kita menggunakan internet, dunia pun terasa rata”. Seperti orang menggunakan internet pada umumnya kita menatap layar monitor komputer, laptop, ataupun handhone, “dunia” pun terlihat datar dan tidak perlu menghabiskan waktu 80 hari lamanya untuk kita mengelilingi dunia seperti yang dituangkan Jules Verne dalam novel Around the World in 80 Days. Hanya dengan meng-klik tetikus dan menggerakan kursor di layar monitor dengan mudahnya anda bisa melihat apa yang sedang terjadi di planet ini. Seperti itulah sensasinya ketika berselancar di dunia maya.
Teknologi dan ilmu pengetahuan manusia yang berkembang pesat membuat pemahaman-pemahaman manusia lebih kompleks dan menimbulkan banyak sekali paradigma baru. Salah satunya adalah cara orang bersosialisasi. Siapa yang tidak kenal aplikasi Social Networking seperti Facebook, Twitter, Plurk, YM?. Saya yakin anda memiliki account di salah satu aplikasi yang saya tuliskan tadi. Mungkin sekarang ini akan terdengar aneh rasanya kalau kita tidak memiliki sebuah account Facebook, Twitter atau minimal e-mail sajalah. Coba anda bayangkan jaman dulu orang tua kita masih menggunakan surat atau telegram untuk berkomunikasi jarak jauh dan itupun terbatas hanya ke beberapa orang saja. Tapi di era web 2.0 sekarang, teknologi internet saat ini membuat kita lebih leluasa menerima atau memberi sebuah informasi dari dan ke orang lain. Tak hanya disitu saja, yang sebelumnya orang bertelepon hanya dengan mendengar suara saja, saat ini kita sudah bisa menikmati layanan telepon via video call dari Skype ataupun ngobrol dengan YM (Yahoo Messenger) ke banyak teman lainnya. Gampangnya, jarak sudah tidak jadi alasan lagi untuk kita saling berkomunikasi, bersyukurlah saya dan mungkin anda yang lahir di era Generasi Y dimana kita menyaksikan banyak sekali kejadian yang mengubah dunia, terutama perkembangan komunikasi massa, khususnya internet. Tak sampai disitu saja, media massa seperti koran, TV, ataupun radio saat ini ikut mengalami perubahan dari cara kita menikmatinya, umumnya media pers saat ini wajib memiliki media online. Bahkan LPM Journal saja yang masih belajar berjalan memiliki media online (tempat anda baca tulisan ini), bayangkan saja dengan media-media pers berskala nasional atau dunia yang tidak mungkin saya tulis satu persatu URL-nya.
Menyinggung tentang pengaruh internet dalam perkembangan sosial, saya ada sedikit gambaran nyata tentang hal ini. Ketika saya mengajak empat orang teman saya untuk nongkrong, sekedar hanya ingin menghabiskan waktu pada malam itu. Kami berempat melakukan obrolan-obrolan ringan seperti biasanya. Tapi tak sampai 20 menit seorang teman langsung mengambil smartphone dari saku celananya dan seketika itu pun asik sendiri menikmati fitur messenger eksklusif dari smartphone-nya. Dan itu pun diikuti oleh dua orang teman lainnya. Alhasil saya yang hanya memiliki handphone low end dengan spesifikasi sewajarnya saja yaitu telepon dan SMS yang sangat tidak disarankan digunakan oleh para maniak netter hanya bisa cuek menikmati pemandangan saja malam itu. Ironis bukan?. Saya pribadi tidak menganggap itu sebuah kesalahan, kenapa?. Arus perkembangan teknologi komunikasi tidak bisa kita bendung. Saya kira apa yang kita butuhkan hampir selalu ada di internet. Misalnya jika kita ingin mencari informasi tentang hal-hal yang menarik perhatian kita, tinggal googling saja dan anda akan menemukan forum-forum yang membahas ketertarikan anda. Begitu juga mahasiswa seperti saya yang sering mencari referensi tugas kuliah di internet dan juga banyak (banyak yang saya tulis ini berarti sangat banyak) hal-hal menarik lainnya yang bisa kita temukan ketika berselancar di internet. Harus saya akui berselancar di internet lebih memberikan kenyamanan untuk saling bertukar informasi, belajar, atau say hello saja ke teman-teman di jejaring sosial.
Perlu saya garis bawahi, mungkin dampak pengaruh internet dalam kehidupan sosial belum kontras terasa oleh kita yang sebelumnya pernah mengalami cara bersosialisasi secara konvensional. Saya tidak mengatakan kalau sekarang internet menjadi satu-satunya cara berkomunikasi. Tapi kedepannya melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat, bagaimana generasi-generasi yang lahir setelah kita?. Generasi yang akan lahir disaat teknologi komunikasi semakin mudah tanpa ada batasan jumlah maupun letak geografis. Dimana suatu komunikasi bisa dilakukan secara virtual tanpa perlu bertemu lawan bicara. Who knows?. Banyak sekali prediksi untuk menjawab pertanyaan tersebut, seumpamanya sebuah concept car tidak sedikit juga yang menjadi kenyataan di jaman sekarang. Kadang pula masa depan itu ada di masa kini. Kalau anda sering menonton film-film science-fiction semisal The Matrix dimana komputer dan internet akan mendominasi kehidupan manusia, saya sarankan anda mempertimbangkan hal itu. Tapi bukan berarti menelan bulat-bulat kejadian yang ada film itu. Tidak. Mungkin hal-hal yang “sewajarnya” saja yang mungkin bisa diterima oleh akal kita.
Singkat kata, sebagaimana teknologi itu dibuat adalah untuk memudahkan kita, kita juga sebagai pemakai harus lebih bijak menggunakannya. Mungkin ada waktu dimana kita harus kembali ke kehidupan nyata dimana kita menghabiskan waktu dengan cara yang lebih manusiawi. Luangkanlah waktu kita untuk meng-disconnect aktivitas di dunia maya agar bisa connect dengan lingkungan disekitar kita, yang nyata tentunya. (arb)
(sumber gambar/ilustrasi dari Google)
You must be logged in to post a comment.