Sunday, May 20, 2012 | Register | Log in

Panahan Tradisional Gaya Mataraman: Olah Raga dan Olah Rasa

Thursday, February 2, 2012, 11:45
This news item was posted in Laporan category and has 3 Comments so far.

lomba panah mataraman(Foto: Adam)

Sebanyak 38 orang mengikuti lomba panahan tradisional gaya Mataraman, Selasa (31/1/2012). Acara ini dalam rangka memperingati hari lahir Sri Sultan Hamengku Buwana X. Lomba ini diselenggarakan di lapangan Kemandungan, Alun-alun Kidul Yogyakarta.

Lomba ini diikuti pemuda hingga orang tua. Pendaftar terbanyak berasal dari propinsi DIY dengan jumlah 29 orang. Lainnya dari Jawa Tengah, Bali, Samarinda, dan seorang perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia.

Perempuan asal Polandia yang sedang menempuh pendidikan S3 di UGM ini mengaku biasa latihan memanah bersama komunitasnya di Pakualaman. Menurutnya, ia tertarik memanah karena itu sesuatu yang asyik. Bukan hanya sebatas olah raga, namun juga olah rasa. “Mungkin karena itu baru buat saya, dan saya tidak lahir di sini dan baru belajar. Dan itu memang menarik sekali,” kata WNA ini yang mengaku bernama Yunita. Dia enggan menyebutkan nama aslinya.

Meskipun sebagian besar peserta lomba berasal dari komunitas mereka sendiri, namun lomba ini sebenarnya terbuka untuk umum. Uang pendaftarannya hanya sepuluh ribu rupiah per orang. Kejuaraan ini memperebutkan tropi dan hadiah berupa uang tunai. Juara 1 mendapat 100 ribu rupiah, juara 2 mendapat 75 ribu rupiah, dan juara 3 mendapat 50 ribu rupiah.

Salah seorang panitia lomba, KRT Wasisowinoto, mengakui bahwa hadiah yang diberikan hanya secukupnya. Hal  ini, menurutnya, karena bantuan dari pihak pemerintah dalam hal dana hanya sedikit. Maka seharusnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar lagi terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya semacam ini.

Masyarakat pun, terutama generasi muda, diharapkan mampu berkontribusi langsung terhadap upaya nguri-uri kebudayaan ini. Setidaknya termotivasi oleh warga asing yang justru sudah mengikuti acara ini. (Adam Ghifari N. dan Deni Dwi Kurniawan)

Foto terkait:

yunita wna polandia

Yunita, WNA asal Polandia. (Foto: Deni)

lomba panah mataraman

Anak-anak usia remaja yang tinggal di sekitar lapangan Kemandungan turut membantu pelaksanaan lomba. Mereka bertugas mencabut anak panah yang menancap di papan sasaran. (Foto: Adam)

lomba panah mataraman

Tropi dan hadiah langsung. Dalam lomba panah ini terdapat 20 kali rounde. Peserta yang berhasil memanah sasaran utama diberikan hadiah langsung. Setelah permainan berakhir, skor dijumlahkan. Skor tertinggilah yang akan mendapat juara dan berhadiah tropi beserta uang tunai. (Foto: Deni)

Share

Tulisan Terkait

About adamghif

biasa wae

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Panahan Tradisional Gaya Mataraman: Olah Raga dan Olah Rasa”

  1. nurhapsoro said on Thursday, February 2, 2012, 12:19

    yeahhh… kerennnn… nyesel gak ikut ksana… 

  2. adamghif said on Thursday, February 2, 2012, 12:24

    ojo gur “mbengong” di depan laptop :p

  3. deni said on Friday, February 3, 2012, 9:38

    informasinya mantap …

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.