Kuliah merupakan kewajiban keharusan bagi mahasiswa. Namun bukan berarti kuliah selalu menjadi alasan untuk tidak dapat berkegiatan lainnya. Membagi waktu adalah kunci utama dalam berkegiatan, entah itu organisasi atau lainnya.
Saniman, mahasiswa semester 3 Kampus Ungu asal Medan ini memberanikan dirinya untuk berjualan roti di sela waktu kuliahnya. Bukan semata-mata karena faktor ekonomi, melainkan ingin berlatih mandiri dan mencari pengalaman. “Bukan untuk mencari penghasilan, namun untuk belajar,” jelasnya.
Beberapa hari sekali ia mengambil roti ke produsen, kemudian menjualnya ke warung atau toko. Ia menggunakan sepeda motornya sendiri yang diberi rak tambahan untuk menaruh rotinya. Ia lebih sering berjualan rotinya selepas subuh.
Ketika ditanya bagaimana membagi waktu antara kuliah dengan berjualan, ia tidak terlalu mempermasalahkannya. “Ya sepandai-pandainya kita mengatur waktu. Kita lihat planning pekerjaan juga. Kalau jadwal kuliah kita padat misalnya, masuknya siang sampai sore, ya kita luangkan waktu bekerja mulai pagi,” tutur Sani. Ia juga menegaskan agar jangan sampai saling mengganggu antara kuliah dengan pekerjaannya. Kuliah dan bekerja, kedua kepentingan tersebut saling berdampingan. Saniman tetap mengatur prioritas pertama pada kuliahnya. “Pengalaman bekerja penting, kuliah juga penting. Tapi diantaranya semua itu kan ada batasan tertentu. Kalau prioritas saya tetap pada kuliah.”
Saniman merasakan banyak manfaat dari pekerjaannya ini. Menurutnya, ia lebih mempunyai kreatifitas, semangat yang tinggi, dan percaya diri. Ia tidak mempermasalahkan pekerjaannya yang tidak sesuai dengan ilmu yang dipelajari di kampus. “Walaupun mungkin keluar dari bidang akademis, tapi saya tidak permasalahkan. Yang penting pengalaman, kreatifitas dan untuk menempa diri itu hal yang baik buat saya,” tambahnya.
Foto: Riza Hadi Kusuma
Teks: Adam Ghifari N.
You must be logged in to post a comment.